Selasa, 30 Desember 2008
Kamis, 11 Desember 2008
TANAH ITU PENTING
- manusia kalau diperiksa bisa menjelaskan bagian mana dari badannya yang mengalami gangguan. Kalau tanah masa' saya tanyakan pada rumput yang bergoyang. ini jawaban yang biasanya bagi orang-orang yang masih menganggap jurusan-jurusan kesehatan merupakan favorit bagi semua perguruan tinggi.
- tahukah kau kawan mengenai cerita siklus air. Apakah benar kalau saya katakan bila tidak ada tanah di muka bumi maka siklus air tidak akan berjalan dengan semestinya. kalau jawaban ini biasanya telak. Dan sekarang bukan saya lagi yang mengangguk-angguk.
waktu mengikuti kelas genesis, Prof. chris pernah menjelaskan bahwa kita bisa menebak keadaan tanah dari karakteristik orang-orang yang berdiam di atasnya. Misalnya orang di Jeneponto (daerah di Makassar). Tipikal orang-orangnya keras. Hubungan dengan tanahnya apa ? Tanah-tanah di Jeneponto berordo Vertisol (berasal dari kata verter). Tanah ini sangat sulit untuk diolah petaninya tidak memakai cangkul lagi untuk mengangkat tanahnya. Para petani bekerja keras dengan sekuat tenaganya untuk mengolah tanahnya. So, begitu ceritanya alamlah yang membentuk karakteristik petani-petani ini.
Namun, untuk berbagai masalah yang dibicarakan sebelumnya, Indonesia memang memiliki berbagai macam masalah yang berhubungan dengan tanah. Pada saat mengambil DDIT (Dasar-Dasar Ilmu Tanah), saya lebih memahami bahwa masalah tanah Indonesia adalah erosi. Namun karena baru semester dua dimana penindasan menjadi maba masih terasa hanya erosi yang terpikirkan di kepala bahwa di Indonesia itu masalahnya hanya erosi. Erosi di Indonesia merupakan momok yang menakutkan (paling tidak itu perkiraan saya). Dalam erosi terdapat tiga proses yang terjadi yaitu:
- pengikisan partikel tanah: ketika hujan yang rintik-rintik jatuh ke tanah jangan pernah berpikir bahwa efeknya hanya segede upil. Hujan yang rintik-rintik itu walaupun sedikit mampu memencarkan partikel tanah pada permukaannya. Yang artinya menghancurkan struktur tanah dan memisahkan partikel tanah. Nah kalau yang rintik kecil aja segitu kalau yang hujan lebat gimana
- transportasi: hujan tidak hanya masuk ke dalam tanah. Ada juga yang jalan di atas permukaan tanah istilah kerennya run off. Waktu run off terjadi di permukaan, air tidak hanya membawa partikel tanah, ada kemungkinan air juga turut membawa bahan organik dan unsur hara (yang immobil). So, jangan pernah bingung kalau ada orang tanah yang menyatakan tanah Indonesia itu kurang subur. Saya juga sempat kaget waktu salah satu dosen mengatakan bahwa tanah Indonesia itu kurang subur, secara Indonesia itu negara agraris. Tapi kalau dilihat kenyataannya yang seperti ini emang sih.
- sedimentasi: nah run off ada kalanya berhenti pada suatu tempat. Kapankah itu? pas, ketemu dengan suatu wilayah yang agak datar maka run off akan berhenti dan so pastinya materi-materi yang terbawa turut mengendap pada tempat itu.
Masalah erosi memang salah satu yang cukup pelik (menurut saya). Saking peliknya sampai sekarang belum ada satupun rumus erosi yang dianggap paling sesuai untuk menganalisa jumlah erosi yang terjadi pada setiap tahunnya. Waktu belajar mengenai erosi kami diperkenalkan dengan rumus USLE. Namun, rumus ini belum dapat mencakup permasalahan erosi yang ada di Indonesia. Untuk penjelasannya nanti deh saya tanyakan dulu ke dosen.
Selain erosi, kemasaman tanah juga merupakan salah satu yang menjadi masalah di Indonesia. Waktu SMA di SMA 1 Kendari, ibu Nurhayati (guru kimia saya), mengajarkan bagaimana mengetahui pH suatu cairan dengan menggunakan kertas lakmus dan ekstrak bunga. Yang ingin saya katakan adalah saya dulu tidak mengerti apa pentingnya saya belajar masalah pH? Yang saya mengerti saat itu adalah pH 7 sama artinya dengan netral, lebih dari 7 basa, kurang dari 7 masam (dulu saya menyebutnya asam). Lain tempat lain adatnya, di ilmu tanah penyebutan untuk asam dan basa diganti menjadi masam dan alkalis. Sekarang saya baru mengerti bahwa semuanya sungguh sangat berguna. Masalah pada tanah masam (tanah walaupun juga pada kondisi alkalis) adalah unsur hara tidak tersedia dengan baik. Pada tanah masam, P tidak tersedia bagi tanah. Apa sebab? hal ini disebabkan kandungan Al dan Fe mengikat P pada kondisi pH masam (dan pada kondisi basa P terikat dengan Ca). Kondisi masam pada tanah tidak hanya disebabkan oleh basa-basa yang tercuci namun dapat juga karena adanya mineral Pirit (FeS) sebagaai akibat dari endapan yang terbawa oleh air laut. Kalau kemasaman yang diakibatkan oleh pirit biasanya terjadi di daerah-daerah pesisir. Proses terjadinya pirit sendiri diakibatkan oleh adanya kondisi pasang-surut di daerah pesisir. Jadi, pada saat air laut pasang biasanya membawa garam-garam. Dan salah satunya mungkin garam-garam yang mengandung S. Sulfur ini kemudian bereaksi dengan besi (Fe) membentuk pirit. Ada lagi nih campur tangan unsur lain. Ketika pirit bereaksi dengan oksigen, menyebabkan kemasaman tanah terjadi. Oksigen ini menyebabkan pirit menjadi Jarosit.